Logo Bloomberg Technoz

Trump Tunggu Hasil Pemilu, Korut Desak AS Akhiri Sikap Permusuhan

News
04 November 2026 10:10

Donald Trump dan Kim Jong Un di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ). (Via Bloomberg)
Donald Trump dan Kim Jong Un di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ). (Via Bloomberg)

Soo-Hyang Choi - Bloomberg News

Bloomberg, Korea Utara (Korut) mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan kebijakan "bermusuhan" terhadap Pyongyang. Desakan ini menambah tekanan terhadap Donald Trump saat ia menghadapi penilaian publik atas dua tahun pertama masa jabatan keduanya dalam pemilihan paruh waktu.

"Sudah menjadi sikap tegas kami bahwa kami tidak perlu duduk berhadapan dengan orang-orang yang tidak dapat dipercaya dan bersikap bermusuhan seperti mereka, yang menolak meninggalkan kebijakan konfrontasi," kata saudara perempuan pemimpin Korut, Kim Yo Jong, dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korea Central News Agency (KCNA) pada Rabu (4/11).


Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Kim Yo Jong membantah tuduhan AS bahwa Korut berada di balik pencurian lebih dari US$6 miliar dalam bentuk mata uang kripto dari Binance.

"Upaya jahat AS untuk memperoleh keuntungan politik dan strategis dengan memanfaatkan kasus tersebut justru menimbulkan dampak politik yang berlawanan," katanya. "Pilihan untuk perdamaian tentu mencakup dialog, tetapi hal itu tidak serta-merta sejalan dengan kepentingan nasional kami."