Logo Bloomberg Technoz

ENERGI HIJAU

Perusahaan Panel Surya China Rugi Rp12,60 T, Industri Sulit Pulih

News
02 November 2026 19:20

Sebuah robot menangani panel surya di jalur produksi modul di fasilitas manufaktur REC Solar ASA di Singapura./Bloomberg-Nicky Loh
Sebuah robot menangani panel surya di jalur produksi modul di fasilitas manufaktur REC Solar ASA di Singapura./Bloomberg-Nicky Loh

Bloomberg News

Bloomberg, Perusahaan-perusahaan tenaga surya terbesar di China kembali mencatatkan kerugian besar. Meski demikian, membaiknya margin keuntungan mengindikasikan bahwa upaya untuk mengatasi kelebihan pasokan kronis di seluruh industri ini mulai membuahkan hasil.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Jumat, Longi Green Energy Technology Co, Jinko Solar Co, Trina Solar Co, dan Tongwei Co melaporkan total kerugian bersih sebesar 4,63 miliar yuan atau sekira Rp12,60 triliun. Hasil ini menandai tahun ketiga berturut-turut industri ini mengalami penurunan struktural.


Kerugian kuartalan Longi sebesar 1,1 miliar yuan "menunjukkan jalan menuju pemulihan masih panjang di tengah penurunan yang dipicu oleh harga panel surya yang terus rendah dan permintaan domestik yang menyusut," kata analis Bloomberg Intelligence, Chia Chen, dalam catatannya.

"Kelebihan kapasitas yang parah di industri surya China terus membebani prospek industri, dan pemulihan yang signifikan kemungkinan tidak akan terjadi sebelum akhir 2027," imbuhnya.