Grab Percaya Diri Mampu Hasilkan Laba Rp14 Triliun di 2026
News
03 November 2026 12:55

Olivia Poh dan Gabrielle Ng-Bloomberg News
Bloomberg, Grab Holdings Ltd. menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya setelah hasil kuartalan melampaui perkiraan. Hal ini mengindikasikan keyakinan bahwa meningkatnya permintaan layanan transportasi online dan pengiriman makanan di seluruh Asia Tenggara akan mengimbangi hambatan regulasi.
Pendapatan akan naik hingga US$4,2 miliar (setara Rp76,24 triliun) di 2026, sementara laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan akan meningkat hingga US$800 juta (sekitar Rp14,52 triliun), kata perusahaan tersebut pada hari Selasa. Pada Agustus lalu, Grab memperkirakan pendapatan sebesar US$4,15 miliar dan laba berdasarkan angka tersebut hingga US$740 juta.
Harga sahamnya naik lebih dari 6%, dengan proyeksi tersebut menunjukkan bahwa Grab mampu menangkal persaingan dari perusahaan seperti GoTo Group dari Indonesia. Grab menambah sekitar 3 juta pengguna bulanan pada kuartal yang berakhir pada September, sehingga totalnya menjadi 57 juta, seiring semakin banyaknya konsumen di Asia Tenggara yang beralih ke layanan daring.
Kemudian, kenaikan harga bahan bakar meningkatkan biaya perjalanan dan pengiriman di seluruh kawasan yang berpenduduk sekitar 700 juta orang ini. Perusahaan-perusahaan platform menawarkan insentif kepada pengemudi dan pelanggan untuk meredam dampaknya, namun hal itu berisiko menekan margin yang sudah tipis.































