Logo Bloomberg Technoz

Aktivitas Ekonomi Masyarakat Saat BPS Rilis Inflasi Tahunan

Andrean Kristianto
02 November 2026 17:19

Pengunjung berada di Blok M Hub, Jakarta, Senin (2/11/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengunjung berada di Blok M Hub, Jakarta, Senin (2/11/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Inflasi tahunan utamanya didorong oleh tiga kelompok. Pertama, kelompok makanan, minuman dan tembakau, (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Inflasi tahunan utamanya didorong oleh tiga kelompok. Pertama, kelompok makanan, minuman dan tembakau, (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kelompok tersebut mengalami inflasi 4,82% dan memberi andil inflasi 1,40%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kelompok tersebut mengalami inflasi 4,82% dan memberi andil inflasi 1,40%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Inflasi terbesar pada kelompok ini antara lain cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, dan daging sapi

Inflasi terbesar pada kelompok ini antara lain cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, dan daging sapi

Kedua, kelompok pengeluaran transportasi juga mendorong inflasi. Pada Oktober, transportasi mengalami inflasi 4,87% dengan andil inflasi 0,59%.

Kedua, kelompok pengeluaran transportasi juga mendorong inflasi. Pada Oktober, transportasi mengalami inflasi 4,87% dengan andil inflasi 0,59%.

Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan pemeliharaan service, dan mobil.

Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan pemeliharaan service, dan mobil.

Ketiga, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 4,52% dan memberi andil 0,32%. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Ketiga, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 4,52% dan memberi andil 0,32%. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Pengunjung berada di Blok M Hub, Jakarta, Senin (2/11/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Inflasi tahunan utamanya didorong oleh tiga kelompok. Pertama, kelompok makanan, minuman dan tembakau, (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kelompok tersebut mengalami inflasi 4,82% dan memberi andil inflasi 1,40%. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Inflasi terbesar pada kelompok ini antara lain cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, dan daging sapi
Kedua, kelompok pengeluaran transportasi juga mendorong inflasi. Pada Oktober, transportasi mengalami inflasi 4,87% dengan andil inflasi 0,59%.
Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan pemeliharaan service, dan mobil.
Ketiga, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 4,52% dan memberi andil 0,32%. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026.

Realisasi inflasi ini lebih rendah dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Oktober 2026 akan berada di level 3,25% (yoy). Angka itu juga lebih rendah ketimbang realisasi inflasi pada September yang sebesar 3,28% (yoy).

Berdasarkan data BPS, IHK pada Oktober mengalami inflasi secara bulanan terhadap September 2026, yakni 0,22%. Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 2,4%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh tiga kelompok. Pertama, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,82% dan memberi andil inflasi 1,40%.

“Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini antara lain cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, dan daging sapi,” kata Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).

Kedua, kelompok pengeluaran transportasi juga mendorong inflasi. Pada Oktober, kelompok transportasi mengalami inflasi 4,87% dengan andil inflasi 0,59%. Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan pemeliharaan service, dan mobil.

Ketiga, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 4,52% dan memberi andil 0,32%.

(dre/ain)