Aktivitas Ekonomi Masyarakat Saat BPS Rilis Inflasi Tahunan
Andrean Kristianto
02 November 2026 17:19
Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026.
Realisasi inflasi ini lebih rendah dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Oktober 2026 akan berada di level 3,25% (yoy). Angka itu juga lebih rendah ketimbang realisasi inflasi pada September yang sebesar 3,28% (yoy).
Baca Juga
Berdasarkan data BPS, IHK pada Oktober mengalami inflasi secara bulanan terhadap September 2026, yakni 0,22%. Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 2,4%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh tiga kelompok. Pertama, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,82% dan memberi andil inflasi 1,40%.
“Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini antara lain cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, dan daging sapi,” kata Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).
Kedua, kelompok pengeluaran transportasi juga mendorong inflasi. Pada Oktober, kelompok transportasi mengalami inflasi 4,87% dengan andil inflasi 0,59%. Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan pemeliharaan service, dan mobil.
Ketiga, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 4,52% dan memberi andil 0,32%.
(dre/ain)


























