Logo Bloomberg Technoz

PASOKAN ENERGI

Gas Pipa Baru Pasok 50% Kebutuhan Industri, Alih Ekspor Tak Cukup

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 November 2026 10:40

Sebuah tanda untuk gas bahan bakar terlihat pada bagian luar pipa di pembangkit listrik tenaga gas milik EON AG di Isle of Grain, Inggris./Bloomberg
Sebuah tanda untuk gas bahan bakar terlihat pada bagian luar pipa di pembangkit listrik tenaga gas milik EON AG di Isle of Grain, Inggris./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) menilai pengalihan ekspor gas pipa dari Singapura ke pasar domestik sebesar 31 miliar unit termal Inggris per hari (BBtud) belum cukup untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.

Penyebabnya, pasokan gas pipa saat ini baru memenuhi sekitar 50% kebutuhan industri yang diperkirakan mencapai 2.000 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Ketua Umum FIPBG Yustinus Gunawan menyatakan kekurangan pasokan gas pipa tersebut harus dipenuhi melalui gas hasil regasifikasi gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) dengan harga sekitar US$15,6 per juta unit termal Inggris (MMBtu). 


“Pasokan gas bumi pipa masih sekitar 50% terhadap kebutuhan, sedangkan kekurangan dihargai sangat tinggi dari regasifikasi LNG, bahkan dengan pembatasan pasokan dari PGN,” kata Yustinus kepada Bloomberg Technoz, Selasa (3/11/2026).

Kapal peleburan gas terapung (FLNGV) Hilli Episeyo, yang dibangun Keppel Offshore & Marine Ltd di Singapura. (Sam Kang Li/Bloomberg)

Yustinus menilai kebutuhan gas bumi pipa berpotensi terus meningkat seiring dengan utilisasi industri yang saat ini masih di bawah 75%.