Logo Bloomberg Technoz

Persaingan tetap ketat, dengan GoTo, dan pemain baru seperti Green & Smart Mobility JSC bersaing melawan Grab di negara-negara padat penduduk seperti Indonesia dan Vietnam. Uber Technologies Inc., salah satu pemodal Grab, juga berpotensi menjadi ancaman — rencana akuisisi Delivery Hero SE oleh Uber membuka jalan bagi Uber Eats untuk kembali masuk ke Asia Tenggara. Waymo, anak perusahaan Alphabet Inc., juga berencana meluncurkan taksi otonom di Singapura pada tahun 2028.

Saham Grab telah turun lebih dari 40% tahun ini hingga perdagangan reguler hari Senin, sehingga nilai pasarnya menyusut menjadi US$11,7 miliar.

Industri ride-hailing dalam tekanan, harga saham GoTo dan Grab ikut berguguran.

Regulator diketahui semakin meningkatkan tekanan. Indonesia, salah satu pasar terbesar Grab, telah membatasi besaran komisi maksimum yang dapat dikenakan perusahaan untuk layanan ojek motor, dan sedang mempertimbangkan aturan tambahan hingga akhir tahun ini. Grab kemudian sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah Indonesia mengenai potensi perubahan batas komisi pengiriman, kata Chief Financial Officer Peter Oey dalam sebuah wawancara.

Grab juga menjalin kesepakatan untuk mendorong pertumbuhan di luar bisnis intinya. Pada bulan September, Grab setuju untuk mengakuisisi saham mayoritas di platform  Atome Financial spesialis penyedia buy-now-pay-later (BNPL) atau pay later senilai US$1,49 miliar, setelah sebelumnya membeli Stash Financial yang berbasis di Amerika Serikat dengan nilai perusahaan US$425 juta. 

Akan tetapi, tidak semua kesepakatan berjalan sesuai rencana. Bulan lalu, Komisi Perdagangan Adil Taiwan memblokir akuisisi Grab senilai sekitar US$600 juta atas operasi pengantaran lokal Foodpanda karena kekhawatiran terkait antitrust.

“Kami sangat kecewa terkait Taiwan. Dari sudut pandang ekspansi geografis, kami akan menjajaki peluang lain, tetapi kami juga sangat fokus pada Asia Tenggara,” kata Oey. 

Pada kuartal terakhir, EBITDA yang disesuaikan naik 74% menjadi US$237 juta, demikian disampaikan perusahaan yang bermarkas di Singapura tersebut. Para analis memperkirakan angka rata-rata sebesar US$194,2 juta, menurut data yang dihimpun Bloomberg. Pendapatan tumbuh 27% menjadi US$1,1 miliar, kurang lebih sesuai dengan perkiraan.

Untuk menambah pengguna, Grab telah memperluas penawaran produk dengan menyertakan opsi yang lebih terjangkau dan premium. Grab juga merambah ke bidang game dan serial pendek, bermitra dengan platform lain agar pengguna tetap berada di aplikasinya lebih lama.

Jason Low dan Nathan Naidu dari Bloomberg Intelligence menilai Grab masih bisa mempertahankan EBITDA efek dari kontribusi sekitar US$60 juta yang seharusnya diberikan oleh bisnis tersebut relatif kecil dibandingkan dengan target US$1,7 miliar, merespons kegagalan perusahaan akuisisi Foodpanda Taiwan. “Detail lanjutan soal akuisisi Grab atas Atome Financial “Pay Later” dan pinjaman digital yang berbasis di Singapura—mungkin akan diungkapkan pada pengumuman laporan keuangan.”

(bbn)

No more pages