INVESTASI ALUMINA-ALUMINIUM
Ramai Proyek Hilirisasi, Cadangan Bauksit RI Diramal Habis 2040
Azura Yumna Ramadani Purnama
03 November 2026 10:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi cadangan terbukti bijih bauksit Indonesia bakal habis pada 2040 hingga 2042 seiring dengan ekspansi besar-besaran fasilitas pengolahan alumina dan peleburan aluminium.
Analis Komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono menyebut maraknya investasi pabrik alumina dan aluminium tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi bijih bauksit Indonesia hingga 65 juta metrik ton (mt) per tahun pada 2030.
Wahyu menambahkan proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi cadangan terbukti bauksit nasional sekitar 1 miliar mt dan peningkatan kebutuhan bahan baku untuk memasok pabrik pengolahan alumina.
Wahyu mencatat saat ini kapasitas pengolahan alumina nasional sebesar 9 juta mt per tahun membutuhkan sekitar 33 juta hingga 36 juta mt bijih bauksit. Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat menjadi 50 juta hingga 54 juta mt per tahun pada 2027.
Kenaikan kebutuhan bahan baku tersebut, kata Wahyu, salah satunya dipicu oleh penambahan kapasitas smelter aluminium sebesar 2,25 juta mt pada 2027.

































