Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Korsel Masih Tinggi, Suku Bunga Berpeluang Kembali Naik

News
03 November 2026 10:20

Ilustrasi ekonomi Korea Selatan (Korsel) (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi ekonomi Korea Selatan (Korsel) (Sumber: Bloomberg)

Heesu Lee - Bloomberg News

Bloomberg, Inflasi Korea Selatan (Korsel) masih berada pada level tinggi pada Oktober, memperkuat alasan bagi bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga dalam rapat kebijakan November.

Indeks harga konsumen (IHK) naik 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, lebih rendah dari kenaikan 2,9 persen pada September. Data Kementerian Data dan Statistik yang dirilis Selasa menunjukkan angka tersebut sesuai dengan median perkiraan para ekonom dalam survei Bloomberg.


Inflasi inti, yang tidak memperhitungkan harga pangan dan energi yang bergejolak, bertahan di level 2,8 persen pada Oktober. Angka ini melampaui median perkiraan sebesar 2,7 persen dan mengindikasikan tekanan inflasi mendasar masih sulit mereda.

“Konsumen masih merasakan beban tingginya harga setelah kenaikan inflasi secara kumulatif,” kata Wakil Menteri Keuangan Pertama Kwon Dae-Young dalam sebuah rapat mengenai inflasi. “Dengan tekanan kenaikan harga dan berbagai risiko yang masih ada, kami akan tetap waspada dan mengerahkan segala upaya untuk menjaga inflasi tetap terkendali.”

Inflasi Korsel. (Sumber: Bloomberg)