Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Turun 2% hingga Drop di Bawah 5.000

Muhammad Julian Fadli
03 November 2026 11:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir hebat di zona merah pada perdagangan pagi–siang hari ini, Selasa (3/11/2026). IHSG jatuh 2,08% hingga menyentuh posisi 4.989 pada pukul 11:10 WIB.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp4,28 triliun yang amat didominasi tekanan jual di pasar, terlebih sudah 11,44 miliar saham ditransaksikan. Tercatat hanya ada 122 saham menguat dan 510 saham melemah. Sisanya, 82 saham stagnan.

Saham–saham perindustrian, saham barang baku, dan saham energi menjadi pemicu pelemahan IHSG dengan turun tajam mencapai 3,31%, 3,03%, dan 2,91%. Disusul oleh saham infrastruktur yang jatuh 2,78%.


Saham-saham laggard pemberat IHSG perdagangan pagi–siang hari ini antara lain:

  1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menekan 8,61 poin
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menekan 8,37 poin
  3. PT Astra International Tbk (ASII) menekan 5,54 poin
  4. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menekan 5,49 poin
  5. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menekan 5,05 poin
  6. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menekan 4,79 poin
  7. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menekan 4,46 poin
  8. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menekan 3,02 poin
  9. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan 2,81 poin
  10. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menekan 2,32 poin

Sebabnya, Mirae Asset Sekuritas menyebut, terdapat beberapa sentimen penting yang amat menjadi perhatian investor, yakni perkembangan reformasi pasar modal, aksi jual investor asing, stabilitas nilai tukar rupiah, serta penantian terhadap evaluasi MSCI berikutnya pada 11 November 2026.