Logo Bloomberg Technoz

Analis Sebut Rupiah Berpotensi Tembus Rp18.000/US$, Ini Sebabnya

Pramesti Regita Cindy
25 September 2026 14:20

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berpeluang menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat seiring tekanan eksternal yang masih kuat, terutama dari kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury dan tingginya harga minyak.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan peluang tersebut cukup terbuka karena dolar AS masih mendapat dukungan dari kenaikan yield Treasury. Saat ini, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di kisaran 5,2%.

"Peluang rupiah menembus Rp18.000/US$ dalam waktu dekat memang cukup terbuka, terutama karena tekanan eksternal masih kuat," kata Lukman kepada Bloomberg Technoz, Jumat (25/9/2026). 


Selain yield Treasury, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari harga minyak Brent yang masih berada di atas US$100 per barel. Kondisi tersebut, kata Lukman dapat meningkatkan tekanan eksternal terhadap Indonesia, terutama melalui kebutuhan impor energi.

Di sisi lain, menurutnya perkembangan pembicaraan antara AS dan Iran di New York juga menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan rupiah ke depan.