Ungkap Asal Muasal Hujan Es Turun di Medan, Padahal Kemarau
Merinda Faradianti
25 September 2026 13:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena hujan es yang terjadi di Medan, Sumatra Utara, pada Kamis (24/9/2026). Fenomena tersebut berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat kuat.
Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, hujan es terbentuk ketika butiran air di dalam awan Cb terbawa arus udara naik atau updraft ke lapisan atmosfer dengan suhu di bawah titik beku.
“Arus udara ini membawa uap air dan butiran air ke lapisan atmosfer yang suhunya berada di bawah titik beku,” kata Andri dalam penjelasannya pada Bloomberg Technoz, Jumat (25/9/2026).
Pada kondisi tersebut, sebagian butiran air tetap berbentuk cair meskipun suhunya berada di bawah 0 derajat Celsius.
Air tersebut disebut supercooled water, ketika bertumbukan dengan kristal atau partikel es, air akan membeku dan membuat ukuran butiran es semakin besar.
































