Logo Bloomberg Technoz

PASOKAN ENERGI

Siasati Stok Industri Semen, Aspebindo Usulkan Blending Batu Bara

Sabrina Mulia Rhamadanty
25 September 2026 13:20

Sebuah ekskavator beroperasi di luar unit tanur tiup pabrik semen./Bloomberg-Udit Kulshrestha
Sebuah ekskavator beroperasi di luar unit tanur tiup pabrik semen./Bloomberg-Udit Kulshrestha

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) mengusulkan penerapan metode blending (pencampuran) batu bara dari beberapa jenis kalori guna mengatasi kendala pasokan untuk industri semen nasional.

Ketua DPP Aspebindo Hasstriansyah mengatakan langkah tersebut dinilai menjadi solusi praktis di tengah gangguan logistik akibat mengeringnya sungai karena fenomena El Niño serta persoalan ketidaksesuaian harga batu bara.

“Untuk mengatasi masalah tersebut diusulkan blending [batu bara] agar harga masuk. Dengan catatan spesifikasi masih masuk untuk pemrosesan pembakaran yang cocok di kiln Pabrik Semen,” ungkapnya saat dihubungi Bloomberg Technoz, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan pertambangan PT Bukit Asam Tbk. (dok. PTBA)

Meski demikian, keberhasilan implementasi blending batu bara sangat bergantung pada kesiapan teknis di area pabrik semen, terutama dalam penyesuaian operasional mesin kiln.

Diperlukan koordinasi ketat antara penambang dan teknisi pabrik untuk memastikan komposisi campuran tetap menghasilkan suhu pembakaran yang stabil dan aman bagi fasilitas produksi.