Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Balik Arah Jadi Melemah

Muhammad Julian Fadli
25 September 2026 13:03

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik arah hingga terjerembab di zona merah dengan pelemahan 0,55% di posisi 6.263,73 pada Sesi I, Jumat (25/9/2026). Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hingga saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) menjadi salah satu pemberat.

Padahal pada pembukaan perdagangan pagi tadi IHSG melesat hingga menyentuh titik tertinggi di posisi 6.328,41. Namun selepas itu, Indeks Komposit berangsur-angsur melemah mencapai 6.261,47.

IHSG Penutupan Sesi I pada Jumat 25 September 2026 (Bloomberg)

Sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan Sesi I. Saham–saham perindustrian, saham infrastruktur, dan saham properti mencatatkan pelemahan paling dalam dengan tertekan 2,07%, 1,31% dan 1,01%.


Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai perdagangan yang terbilang ‘hanya’ Rp4,51 triliun dari sejumlah 20,96 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi perdagangan terjadi cuma 946 ribu kali diperjualbelikan.

Berikut adalah sejumlah saham yang menjadi top laggards, per Sesi I Jumat (25/9/2026):

  1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 4,5 poin
  2. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 3,51 poin
  3. PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 2,45 poin
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 2,24 poin
  5. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengurangi 1,85 poin
  6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 1,85 poin
  7. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 1,46 poin
  8. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mengurangi 1,4 poin
  9. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mengurangi 1,36 poin
  10. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mengurangi 1,18 poin