PSI Soal Gugatan Gibran di MK: Manuver Politik Tak Beradab
Dovana Hasiana
25 September 2026 13:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni buka suara mengenai gugatan yang mempersoalkan tentang keabsahan ijazah Gibran Rakabuming Raka saat mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Presiden pada Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. Dia menilai, gugatan terhadap putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tersebut adalah manuver politik.
“Jadi saya kira ini adalah manuver-manuver politik yang tidak beradab ya. Di saat sekarang ini kita sedang mengalami karhutla, Pak Presiden [Prabowo Subianto] sekarang sedang sibuk menata bangsa ini, masa masih diurus hal-hal yang remeh-temeh ya,” ujar Raja Juli kepada awak media, Kamis (24/09/2026).
Menurut dia, persoalan keabsahan ijazah seolah menjadi peristiwa yang terus menerpa keluarga Jokowi. Awalnya, ijazah Jokowi saat lulus dari Universitas Gajah Mada dipersoalkan karena dianggap palsu. Kasus dan polemik ini mencuat usai Jokowi lengser hingga saat ini.
Kini, kata Raja Juli, isu yang serupa diarahkan kepada Gibran yang sebenarnya bisa membuktikan diri sebagai lulusan universitas di Singapura -- diasumsikan berarti telah lulus SMA atau sederajatnya. Menurut dia, bisa jadi isu tentang legalitas ijazah juga akan diarahkan kepada keluarga Jokowi lainnya yang terjun di dunia politik; salah satunya Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep -- putra bungsu Jokowi.
“Dulu ijazah Pak Jokowi, hari ini Mas Gibran, mungkin besok Mas Kaesang, mungkin lusa ijazah Jan Ethes [anak Gibran] gitu ya,” ujar dia. “Saya kira kita sekarang hidup di dunia modern yang serba transparan ya, dan politik yang beradab perlu dikedepankan.”
































