Kredit Sudah Tumbuh Tapi BI Tetap Suntik Likuiditas, Ada Apa?
Redaksi
25 September 2026 14:32

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menggelontorkan insentif likuiditas sebesar Rp461,2 triliun hingga pekan pertama September 2026. Likuiditas yang digelontorkan dalam bentuk Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) itu naik dari bulan sebelumnya, yang pada Agustus nilainya sebesar Rp446,5 triliun.
Peningkatan nilai insentif itu dilakukan kala kredit perbankan tumbuh. Dalam pernyataan usai Rapat Dewan Gubernur (RDG), Gubernur BI Destry Damayanti memaparkan bahwa kredit perbankan pada Agustus tumbuh 13,65% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,58% yoy.
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif, untuk mendorong pertumbuhan kredit dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan," sebut Destry dalam paparannya usai RDG Rabu (22/9/2026).
Bahkan, mengacu pada laporan BI, pertumbuhan kredit ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan uang beredar luas (M2) yang mencapai 8,2%.
"Perkembangan M2 pada Agustus 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit," sebut laporan BI.





























