Logo Bloomberg Technoz

Alasan IHSG Ditutup Melemah 1% di 6.298

Muhammad Julian Fadli
24 September 2026 17:11

Karyawan duduk dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan duduk dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (24/9/2026), ditutup melemah 1,2% di posisi 6.298,6. Turun dalamnya saham–saham berbobot besar jadi sebab, terutama saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), hingga diperberat lagi oleh saham PT Amman Mineral Tbk (AMMN).

Sepanjang perdagangan pagi–siang, IHSG amat terpeleset di zona merah dengan pelemahan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 6.368,57 sampai dengan terendahnya 6.287,45.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 24 September 2026 (Bloomberg)

Adapun pelemahan IHSG turut disebabkan oleh lonjakan yield obligasi pemerintah jangka menengah dan panjang yang diterbitkan oleh sejumlah negara dengan ekonomi terbesar di dunia, termasuk Amerika Serikat (AS), Jepang, Prancis dan Inggris, membuat utang negara-negara tersebut terus mengalami kenaikan, terseret tekanan inflasi akibat biaya energi yang terus berlanjut.


Sentimen pasar turut dibebani oleh pelemahan nilai tukar rupiah 0,57% di level Rp17.901/US$, seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap langkah hawkish Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), yang berpotensi meningkatkan ketidakpastian dan mendorong investor untuk lebih defensif.

Secara analisis teknikal, pelemahan pada perdagangan hari ini menyeret IHSG terpeleset hingga berada di bawah level MA5 dan MA100. Histogram MACD masih bergerak di area negatif dan Stochastic RSI berada di area oversold, mengutip Phintraco Sekuritas.