Harga Minyak Masih Tinggi, Penguatan Rupiah Berpotensi Tertahan
Tim Riset Bloomberg Technoz
25 September 2026 08:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penguatan rupiah spot berpotensi tertahan pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Harga minyak Brent masih bertahan tinggi usai melonjak 3,41% ke US$106,3/barel kemarin. Pagi ini, harga Brent memang sudah terpangkas 0,52%, tetapi posisinya masih di harga atas US$106/barel dan menyisakan kekhawatiran soal inflasi.
Saat ini, pelaku pasar mencermati kabar terbaru yang menyebut bahwa negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah menjajaki kesepakatan bertahap, yang akan membuat Teheran membuka kembali Selat Hormuz.
Kabar ini sedikit membuka ruang penguatan bagi mata uang Asia. Pada 07:44 WIB, ringgit Malaysia menguat 0,24%, yen Jepang 0,09%, dan baht Thailand 0,01%.
Begitu juga dengan rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) turut menguat terbatas 0,09% di Rp17.969/US$. Sebaliknya, dolar Singapura melemah terbatas 0,03%.
Biarpun ada sedikit ruang penguatan bagi mata uang kawasan, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi risiko dan berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak. Sebab, di luar konflik AS-Iran, pertempuran lainnya terjadi di Timur Tengah.




























