Rupiah Melemah Bersama Mata Uang Asia
Tim Riset Bloomberg Technoz
24 September 2026 15:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melemah 0,57% ke Rp17.901/US$ kala menutup perdagangan Kamis (24/9/2026), dipicu oleh tekanan eksternal yang semakin kuat.
Pada saat yang sama, pasar saham juga mengalami tekanan yang cukup kuat. Berdasarkan data Bloomberg, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke 6.299 (1,14%) pada 14:57 WIB. IHSG dibuka 6.364,98, lalu sempat menguat terbatas ke 6.368,57, tetapi kemudian berbali turun dan menyentuh level terendah intraday di 6.287,46.
Sementara pasar obligasi relatif lebih tenang. Yield tenor 1 tahun tercatat turun 4,5 basis poin (bps) ke 6,7%, dan tenor acuan 10 tahun turun 1,6 bps ke 7,09%.
Namun, obligasi pemerintah tak sepenuhnya luput dari tekanan. Sebab tenor 5 tahun justru mencatat kenaikan yield 9 bps disusul tenor 4 tahun naik 9 bps ke 6,96% dan 6,97%.
Tekanan di pasar keuangan domestik disebabkan oleh ekspektasi langkah hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. Usai menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 3,75-4%, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan setidaknya satu kali lagi pada akhir tahun ini. Langkah pengetatan itu dipicu oleh harga minyak mentah masih melambung 0,63% ke US$103,73/barel dan berpotensi mengerek inflasi.
































