Logo Bloomberg Technoz

ENERGI FOSIL

RI Jadi Negara Terbesar Pembangun PLTU China, Tembus 17,1 GW

Redaksi
24 September 2026 16:00

Asap keluar dari cerobong PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Asap keluar dari cerobong PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta Kapasitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia yang terafiliasi China tercatat mencapai 17,1 gigawatt (GW) sejak Presiden Xi Jinping mengumumkan komitmen untuk menghentikan pembangunan PLTU di luar negeri pada 2021.

Hal itu terkuak di dalam studi terbaru Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), yang terbit pada Kamis (24/9/2026).

Secara global, padahal, proyek sejenis yang telah dibatalkan mencapai 61,5 GW—setara dengan 6,4 miliar ton emisi CO₂ sepanjang umur pakainya. Sinyal kebijakan energi Indonesia dinilai menjadi salah satu faktor pendorongnya.


Industry Analyst CREA Syahdiva Moezbar mengatakan perkembangan peningkatan kapasitas PLTU di Tanah Air sebagian didorong oleh celah regulasi.

Pemukiman dengan latar PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Meski Peraturan Presiden (Perpres) No. 112/2022 membatasi pembangunan PLTU baru untuk jaringan listrik, pengecualian masih berlaku untuk proyek strategis nasional dan hilirisasi.