Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Hari Ini Sudah di Atas Rp17.900/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 September 2026 14:31

Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Depresiasi rupiah terus berlanjut pada perdagangan spot Kamis (24/9/2026), menyusul tekanan eksternal dari gejolak di pasar surat utang global dan kenaikan yield US Treasury. 

Berdasarkan data Bloomberg, depresiasi rupiah tercatat sebesar 0,58% ke Rp17.904/US$ pada 13:54 WIB. Tak lama, rupiah melanjutkan pelemahan ke Rp17.910/US$ pada 14:30 WIB. 

Depresiasi rupiah dipicu oleh kenaikan yield obligasi Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun ke 5,11%, dan yield tenor 2 tahun berada di 4,71%. Begitu juga dengan yield obligasi pemerintah Jepang naik 11 bps ke 3,06%. Gejolak yang terjadi di pasar obligasi merembet dan menyebabkan depresiasi terhadap rupiah. 


Tekanan dari jalur finansial itu juga diperparah dengan lonjakan pada harga minyak Brent 0,63% ke US$103,73/barel. 

Tak cuma di Indonesia, pasar mata uang Asia hari ini 'kebakaran'. Mayoritas mata uang melemah, tetapi tekanan terhadap rupiah menjadi yang paling dalam.