Logo Bloomberg Technoz

KONSUMSI ENERGI

Data Center Sedot 2,4 GWh/Hari, Beban Pasokan Listrik Disorot

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 September 2026 17:30

Pusat data menggerakan teknologi AI hingga kemampuannya makin canggih, manusia kalah. dok: Bloomberg
Pusat data menggerakan teknologi AI hingga kemampuannya makin canggih, manusia kalah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Executive Director Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi mengingatkan dampak signifikan dari konsumsi energi data center skala besar terhadap beban pasokan listrik nasional. 

Ia menjelaskan data center berkapasitas 10 megawatt (MW) membutuhkan daya listrik harian sebesar 240 megawatt-hour (MWh) untuk beroperasi selama 24 jam penuh. Sementara itu, hyperscale data center berkapasitas 100 MW menyedot energi listrik hingga 2.400 MWh atau setara dengan 2,4 gigawatt-hour (GWh) setiap harinya.

"Untuk hyperscale data center skala 100 MW berarti kebutuhan listriknya sekitar 100 MW dan kalau beroperasi 24 jam sekitar 2400 MWh atau 2,4 GWh per hari," ungkap Heru saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (24/9/2026). 


Sebagai gambaran, Heru memberikan perbandingan penggunaan listrik dari beberapa pembangkit EBT, contohnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk memenuhi beban konstan (baseload) data center sebesar 100 MW tersebut dinilai membutuhkan kapasitas terpasang yang jauh melampaui beban nominalnya. 

Mengingat waktu produksi efektif sinar matahari rata-rata hanya berlangsung selama 4 hingga 5 jam per hari, penyediaan energi harian sebesar 2,4 GWh memerlukan instalasi PLTS berkapasitas 500 hingga 600 megawatt-peak (MWp) yang menempati lahan seluas 500 hingga 600 hektare.