Rupiah Dibuka Lesu, Tapi Berhasil Bangkit
Tim Riset Bloomberg Technoz
21 August 2026 09:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah sempat tergelincir 0,03% kala membuka perdagangan Jumat (21/8/2026), ke posisi Rp17.752/US$. Lalu, tak lama berselang, rupiah berbalik menguat 0,17% ke Rp17.715/US$ pada 09:10 WIB.
Kondisi eksternal mendukung penguatan rupiah dan mata uang Asia pagi ini. Won Korea Selatan menguat paling tajam 0,96%, disusul dolar Taiwan, dan rupiah.
Sebagian besar mata uang Asia hari ini menguat. Hanya ringgit Malaysia yang melemah sangat terbatas.
Penguatan yang terjadi pada mata uang Asia, termasuk rupiah, ditopang oleh lesunya indeks dolar AS terhadap mata uang utama ke 98,76. Pelemahan dolar AS terjadi disebabkan banyak dilepasnya aset dolar AS kantaran AS mencatat defisit anggaran sebesar US$432,3 miliar pada Juli 2026.
Defisit ini membengkak seiring meningkatnya belanja pemerintah. Dibandingkan Juli tahun lalu, defisit ini melebar US$141 miliar atau 48%, dan menjadi defisit bulanan terbesar sejak Maret 2021.































