Profil Flip, Fintech yang Tengah Disorot karena Gangguan Layanan
Redaksi
07 October 2026 09:05

Bloomberg Technoz, Jakarta - Platform pembayaran digital Flip tengah menjadi sorotan setelah pengguna mengeluhkan gangguan saat melakukan transaksi melalui aplikasi. Flip sendiri didirikan pada 2015 di Depok oleh tiga alumni Universitas Indonesia, yakni Rafi Putra Arriyan, Luqman Sungkar, dan Ginanjar Ibnu Solikhin.
Mulanya Flip dikembangkan untuk menyediakan layanan transfer antarbank dengan biaya yang lebih hemat. Platform tersebut pertama kali dibuat menggunakan Typeform sebelum versi beta diluncurkan. Setahun setelah berdiri, sebagaimana dilansir dari laman resminya pada Rabu (7/10/2026), Flip memperoleh lisensi dari Bank Indonesia pada 2016. Perusahaan kemudian memperluas layanan dari transfer antarbank ke berbagai kebutuhan transaksi keuangan digital.
Kini Flip menyediakan layanan transfer antarbank, top up e-wallet, transfer uang ke luar negeri melalui Flip Globe, serta berbagai kebutuhan pembayaran dan transaksi lainnya. Perusahaan juga memiliki Flip Deals untuk kebutuhan belanja, Flip Emas untuk investasi emas digital, serta Safaraya untuk kebutuhan perjalanan ibadah umrah.
Dari segmen bisnis, Flip mengembangkan Flip for Business yang menyediakan solusi transaksi keuangan bagi perusahaan dan pelaku usaha. Layanan tersebut menjadi bagian dari ekspansi Flip dari platform transfer uang konsumen menjadi penyedia layanan teknologi finansial untuk pengguna individu maupun bisnis.
Flip menyebut telah melayani lebih dari 16 juta pengguna serta 1.000 perusahaan dan UKM. Perusahaan juga telah mendapatkan pendanaan dari sejumlah investor global.



























