Logo Bloomberg Technoz

Epidemiolog Ungkap Risiko Pes Rusia Masuk Indonesia

Dinda D
07 October 2026 17:00

Ancaman berbahaya di laboratorium. dok: Bloomberg
Ancaman berbahaya di laboratorium. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Epidemiolog Dicky Budiman menilai risiko masuknya penyakit pes dari kasus suspek di Siberia, Rusia, ke Indonesia sangat rendah. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh lokasi kasus yang terpencil, dugaan keterkaitan dengan paparan di laboratorium, serta telah dilakukannya karantina dan pelacakan kontak oleh otoritas setempat.

"Kalau bicara dari kasus Siberia ini, risikonya bagi Indonesia sangat rendah. Selain karena lokasinya terpencil, kasusnya juga diduga terkait dengan laboratorium. Sudah ada karantina dan pelacakan kontak," kata Dicky saat dihubungi Bloomberg Technoz, Rabu (07/10).

Menurutnya, lalu lintas langsung antara Rusia dan Indonesia juga relatif terbatas. Dengan kondisi tersebut, risiko impor pes dari kasus yang terjadi di Siberia terhadap Indonesia dinilai sangat rendah.


"Di samping itu, lalu lintas langsung antara Rusia dan Indonesia juga terbatas, sangat terbatas. Jadi, dalam konteks ini, risiko impor dari kasus ini bagi Indonesia saya nilai sangat rendah," ujarnya.

Meski demikian, Dicky mengatakan rendahnya risiko dari kasus di Siberia bukan berarti Indonesia tidak memiliki kerentanan terhadap penyakit pes. Indonesia memiliki sejumlah faktor yang dapat mendukung keberadaan dan penularan pes, terutama karena iklim tropis yang lembap dan keberadaan hewan pengerat serta kutu sebagai vektor.