Logo Bloomberg Technoz

Defisit Perdagangan AS Melonjak Imbas Tarif dan Impor AI

News
07 October 2026 16:20

Ilustrasi ekonomi AS (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi ekonomi AS (Dok: Bloomberg)

Mark Niquette - Bloomberg News

Bloomberg, Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) melebar tajam pada Agustus ke level terbesar sejak awal 2025, setelah lonjakan pengiriman barang modal dari luar negeri mendorong impor mencapai rekor tertinggi.

Defisit perdagangan barang dan jasa meningkat 13,7% dari bulan sebelumnya menjadi US$105,6 miliar, berdasarkan data Departemen Perdagangan AS pada Selasa (6/10). Ekonom memperkirakan defisit sebesar US$102,1 miliar, berdasarkan median proyeksi dalam survei Bloomberg.


Data perdagangan bulanan tersebut, yang belum disesuaikan dengan inflasi, mengalami fluktuasi besar sejak awal 2025 akibat tarif AS dan, belakangan, volatilitas harga minyak mentah yang dipicu perang. Tantangan rantai pasokan serta ketergantungan terhadap teknologi impor untuk memenuhi investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) juga turut berperan.

Defisit perdagangan barang dan jasa pada Agustus kemungkinan akan membebani produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal III. Sebelum data terbaru dirilis, perkiraan GDPNow dari Federal Reserve Bank of Atlanta menunjukkan ekspor neto akan mengurangi 2,59 poin persentase dari perhitungan PDB.