Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Margin Bank Tertekan Biaya Dana & Persaingan Likuiditas

Redaksi
07 October 2026 09:20

Rupiah Terlemah di Asia, Imbas Keputusan Penurunan BI Rate (Bloomberg Technoz)
Rupiah Terlemah di Asia, Imbas Keputusan Penurunan BI Rate (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menyebut bahwa Margin Bunga Bank (Net Interest Margin/NIM) Perbankan pada Agustus 2026 tercatat sebesar 4,31%, lebih rendah ketimbang Agustus 2025 yang berada di level 4,59%.

Penurunan NIM tersebut sesungguhnya sudah terjadi dalam beberapa tahun belakangan. OJK beralasan penurunan NIM menandakan upaya bank untuk menekan peningkatan suku bunga kredit sehingga biaya kredit dijaga tidak terlalu tinggi dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut bahwa penurunan NIM perbankan tidak dapat dijelaskan hanya oleh upaya bank menahan suku bunga kredit.


Ia menggarisbawahi kenaikan kredit yang mengalami pertumbuhan sebesar 13,65%, lebih cepat ketimbang dana pihak ketiga sebesar 10,94% yang menyebabkan dana pihak ketiga meningkat menjadi sekitar 88,14% yang menyebabkan  bank harus bekerja lebih keras menghimpun dana untuk membiayai pertumbuhan kredit.

“Dampaknya, biaya dana meningkat lebih cepat daripada imbal hasil kredit yang dapat diteruskan kepada debitur,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz baru-baru ini.