Dampak Tambang Nikel pada Perempuan Sultra-Sulteng
Dinda D
07 October 2026 20:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perempuan yang tinggal di sekitar kawasan pertambangan dan pengolahan nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) menghadapi dampak yang dinilai lebih berat, mulai dari kehilangan mata pencaharian, gangguan kesehatan, pencemaran lingkungan, hingga ancaman terhadap budaya dan keamanan.
CRI menyebut perusahaan tambang, pengolahan mineral, baterai, dan kendaraan listrik gagal mencegah dampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan hak asasi manusia yang sebenarnya dapat diperkirakan dan dicegah.
Konsultan CRI Margaret Aritonang mengatakan perempuan merasakan dampak yang lebih berat karena dalam banyak keluarga mereka juga berperan menjaga kesehatan dan keselamatan anggota keluarga.
"Jadi ini menunjukkan bahwa banyak sekali dampaknya lebih berat terasa di perempuan karena perempuan yang biasanya bertugas untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anggota keluarga," kata Margaret dalam keterangan secara daring, Rabu (07/10/2026).
Salah satu dampak yang ditemukan adalah hilangnya pendapatan akibat perubahan kondisi lahan dan perairan. Margaret mencontohkan Taji Intan, seorang petani di Tani Indah, yang sebelumnya bisa memperoleh sekitar Rp40 juta-Rp50 juta setiap panen tiga bulan. Kini, keluarganya tidak lagi bisa memanen dan harus membeli ikan dari pedagang yang berkeliling.































