Logo Bloomberg Technoz

BAHAN BAKAR NABATI

Hashim: Biofuel hingga B100 Hanya Pakai 12,7 Juta Ha Hutan Rusak

Sabrina Mulia Rhamadanty
07 October 2026 18:10

Hashim Djojohadikusumo. ( Victor J. Blue/Bloomberg)
Hashim Djojohadikusumo. ( Victor J. Blue/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa rencana pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar nabati (biofuel) mulai dari B50 hingga B100 tidak akan mengganggu atau merambah hutan primer.

Pemerintah berkomitmen untuk memanfaatkan lahan terdegradasi seluas 12,7 juta hektare guna menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memacu kemandirian energi nasional.   

"Biofuel yang tadi disebut oleh Pak Bahlil, B50 sampai B100, itu nanti sumber-sumbernya itu nanti dari hutan yang rusak, bukan hutan primer," ungkap Hashim dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).


Kawasan tersebut dinilai sudah kehilangan potensi kayu produktif dan cenderung menjadi semak belukar yang rawan memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Itu hutan, tapi tidak ada kayu lagi, sudah ditebang, sudah semak belukar dan sebagainya. Itu yang sebetulnya yang sumber Karhutla, itu hutan-hutan rusak itu," katanya. 

Pompa untuk kendaraan yang menguji biofuel B50 di Lembang, Bandung./dok. Bloomberg