Logo Bloomberg Technoz

Analis: Penguatan Rupiah Tak Cukup Andalkan Intervensi BI

Pramesti Regita Cindy
07 October 2026 08:40

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan nilai tukar rupiah secara berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan intervensi Bank Indonesia (BI). 

Menurutnya, hal yang paling utama untuk menopang penguatan rupiah yakni mencakup menjaga defisit transaksi berjalan, memperkuat ekspor bernilai tambah, menarik investasi asing langsung, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap kebijakan fiskal dan moneter. 

"Intervensi BI tetap penting untuk meredam volatilitas, namun bukan untuk penguatan rupiah jangka panjang," kata Lukman kepada Bloomberg Technoz, dikutip Rabu (7/10/2026). 


Menurut Lukman salah satu kebijakan yang paling efektif adalah memperkuat arus modal masuk, terutama melalui FDI, sekaligus memperbaiki neraca eksternal Indonesia.

Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemberian insentif investasi, pengembangan hilirisasi yang mampu menghasilkan ekspor, serta menjaga kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter.