Logo Bloomberg Technoz

Nasib Rupiah Hari Ini Ditentukan Yield US Treasury

Tim Riset Bloomberg Technoz
21 August 2026 08:16

Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar spot diperkirakan masih masih memiliki tenaga untuk bergerak menguat hari ini, Jumat (21/8/2026). Setelah kemarin mendapat tenaga dari terpangkasnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan terapresiasinya mata uang Asia secara luas. 

Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah bergerak stabil dengan perubahan 0,06% ke posisi Rp17.806/US$. Sementara dengan harga minyak sedikit terpangkas 0,73% ke posisi US$93,1/barel, dan indeks dolar AS yang flat di posisi 98,78.

Rupiah di pasar non-deliverable forward 19-21 Agustus, pukul 07.50 WIB. (Bloomberg)

Sebagian mata uang di pasar yang sudah buka menguat. Won Korea Selatan menguat 0,65%, disusul baht Thailand 0,08%, dan dolar Singapura 0,06%.


Sebaliknya, ringgit Malaysia melemah terbatas 0,09%. 

Mata uang Asia (Bloomberg)

Dari sisi eksternal, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah siap memperbesar pembelian kembali (buyback) surat utang tenor panjang, dan akan meluncurkan inisiatif fiskal baru untuk menekan biaya utang yang berada di level tertinggi dalam beberapa tahun. Bessent menyebut nilainya bisa melebihi US$4 miliar, yang direncanakan mulai bulan depan.