Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Eceran Terkontraksi, Konsumen Masih Selektif Belanja

Redaksi
11 August 2026 14:35

Penjualan hampers Natal di Esemka. (Sumber; Dinda Decembria/Bloomberg Technoz)
Penjualan hampers Natal di Esemka. (Sumber; Dinda Decembria/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Setelah terkontraksi 1,5% secara bulanan pada Mei, Indeks Penjualan Riil (IPR) berbalik tumbuh tipis 0,7% pada Juni. Akan tetapi, pemulihan konsumsi masih jauh panggang dari api. 

Sebab, secara tahunan penjualan eceran masih terkontraksi 3%, hanya sedikit lebih baik dari kontraksi tahun lalu pada periode sama yang sebesar 3,9% pada Mei tahun lalu.

Jika ditarik secara kuartalan, setelah tumbuh 5,2% pada kuartal I-2026, IPR berbalik terkontraksi 3,5% pada kuartal II-2026. Artinya, ada penurunan sebesar 8,7 poin persentase hanya dalam satu kuartal. Pergeseran ini memberi sinyal bahwa pelemahan konsumsi pada pertengahan tahun bukan sekadar fluktuasi. 


Meski begitu, Bank Indonesia (BI) dalam laporannya tetap optimis dan menyebut penjualan eceran pada Juli diperkirakan meningkat dan tumbuh, meski tipis, sebesar 0,9% secara tahunan. 

Pedagang menunggu pembeli di Pasar Ular, Jakarta, Jumat (17/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

"Peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, disertai pertumbuhan positif pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya," sebut laporan BI.