Logo Bloomberg Technoz

DPR Desak BI Lakukan Penguatan Rupiah, Begini Jawaban BI

Redaksi
29 September 2026 17:40

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dewan Perwaklilan Rakyat (DPR) RI mendesak Bank Indonesia sebagai otoritas moneter untuk memperkuat nilai tukar rupiah. 

Desakan tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit yang meminta secara tegas komitmen BI di bawah kepemimpinan Gubernur barunya, Destry Damayanti untuk memperkuat nilai tukar rupiah. 

Detailnya, dalam kesimpulan Rapat Kerja antara bank sentral dengan dewan perwakilan rakyat, dirumuskan salah satu poin yang menuntut adanya penegasan upaya penguatan rupiah agar DPR dapat melihat upaya maskimal atau best effort BI dalam menjaga nilai tukar.


Sebab, ia menganggap selama 10-20 tahun secara historis rupiah justru terus mengalami pelemahan. 

"Pengalaman tahun ini jelas Rp16.500/US$ Ditetapkan, jadi Rp17.100/US$, jadi Rp17.900/US$ hari ini. Tahun Depan ditetapkan Rp17.500/US$ apa jaminannya bahwa ini bisa tercapai kalau tidak ada yang berubah dari cara berpikirnya Bank Indonesia, dan cara kerjanya Bank Indonesia Bu?" desak Dolfie kepada Gubernur BI Destry Damayanti, dikutip Selasa (29/9/2026).