Logo Bloomberg Technoz

Banjir di Thailand Ganggu Penerbangan hingga Produksi Otomotif

News
29 September 2026 17:50

Sebuah jalan yang terendam banjir di Bangkok pada 28 September. (Fotografer: Dario Pignatelli/Bloomberg)
Sebuah jalan yang terendam banjir di Bangkok pada 28 September. (Fotografer: Dario Pignatelli/Bloomberg)

Satid Sutipanya dan Suttinee Yuvejwattana - Bloomberg News

Bloomberg, Thailand meningkatkan upaya penanggulangan banjir setelah banjir parah mengganggu berbagai aktivitas, mulai dari lalu lintas di jalanan Bangkok hingga jadwal penerbangan dan produksi otomotif. Kondisi ini semakin memperbesar dampak ekonomi akibat hujan deras yang mengguyur negara tersebut selama beberapa hari terakhir.

Kabinet Thailand telah menyetujui dana bantuan banjir sekitar 4 miliar baht (Rp2,1 triliun), kata Perdana Menteri Anutin Charnvirakul pada Selasa (29/9). Pemerintah juga berupaya mengeringkan kawasan permukiman yang terendam banjir serta menyalurkan bantuan kepada warga yang terjebak.


Gangguan akibat banjir telah meluas ke sejumlah sektor industri utama. Thai Airways International Pcl membatalkan 22 penerbangan domestik dan internasional yang dijadwalkan pada 29–30 September setelah banjir menghalangi banyak karyawannya untuk masuk kerja. Kondisi ini memicu keterlambatan penerbangan dan menyebabkan lebih dari 5.000 bagasi penumpang tertahan di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok.

Maskapai penerbangan nasional Thailand tersebut memangkas kapasitas penerbangannya sekitar 30% dari rata-rata 110 penerbangan per hari dari Bangkok guna menstabilkan operasional yang masih berjalan. Direktur Utama Thai Airways Chai Eamsiri memperkirakan layanan penerbangan akan kembali normal dalam 72 jam dan menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang terdampak. Saham perusahaan tersebut sempat turun hingga 2,4%.