China Siapkan Stimulus Baru untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
News
29 September 2026 14:00

Bloomberg News
Bloomberg, China memberikan sinyal terkuat sejauh ini bahwa pemerintah akan bergerak lebih cepat untuk mengatasi perlambatan ekonomi yang semakin dalam. Pemerintah berjanji meluncurkan langkah-langkah baru untuk menopang perekonomian sekaligus mengkaji kebijakan guna menstabilkan pasar properti yang terus terpuruk.
Pemerintah akan “menerapkan serangkaian kebijakan tambahan yang praktis dan efektif” untuk “memperkuat penyesuaian kontr asiklikal” demi mencapai target pembangunan ekonomi dan sosial tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan setelah rapat Dewan Negara China, kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Li Qiang, pada Senin (28/9).
Pemerintah juga akan memanfaatkan sisa kuota penerbitan obligasi pemerintah daerah yang belum terpakai dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pemerintah berencana meningkatkan alokasi fasilitas pinjaman ulang bank sentral untuk mendorong penyaluran kredit bagi inovasi dan peningkatan teknologi, serta pinjaman kepada perusahaan kecil dan sektor pertanian. Para pembuat kebijakan juga akan mengkaji langkah-langkah baru untuk menstabilkan pasar properti, meningkatkan lapangan kerja, dan mendorong pendapatan rumah tangga.
Pernyataan tersebut mengindikasikan perubahan arah pemikiran Beijing sekaligus mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan momentum ekonomi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu. Kondisi tersebut terjadi ketika permintaan domestik masih belum menunjukkan pemulihan berarti. Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan kembali melambat pada kuartal III, bahkan berada di bawah batas bawah target tahunan pemerintah sebesar 4,5%-5%, setelah hanya tumbuh 4,3% pada tiga bulan sebelumnya. Konsumsi cenderung stagnan, sementara investasi mengalami perlambatan yang semakin dalam.






























