Devisa Aman, Tapi Neraca BI Belum Sepenuhnya Nyaman
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 August 2026 10:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Cadangan devisa Indonesia tercatat turun pada akhir Juli 2026. Penurunan yang relatif terbatas ini disebabkan oleh adanya pembayaran utang, dan intervensi Bank Indonesia (BI) dalam upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, di samping masuknya hasil dari penerimaan pajak dan jasa, dan penerbitan global bond.
Pada Jumat (7/8/2026), Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia untuk posisi akhir Juli berada di US$145,3 miliar, berkurang US$0,3 miliar dari bulan sebelumnya yang berada di US$145,6 miliar.
"Perkembangan posisi cadangan devisa Juli 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat," sebut laporan BI.
Posisi cadangan devisa yang kembali terkuras setelah sempat membaik bulan lalu, memberi sinyal bahwa pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi BI masih terus dilakukan untuk menjaga rupiah. Meski begitu, devisa tak terlalu terkuras seperti bulan-bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan pergerakan rupiah yang relatif stabil.
Sepanjang Juli, rupiah tergerus 0,29%. Meski menjadi yang terlemah kedua di Asia sepanjang bulan itu, namun pelemahan rupiah pada Juli relatif terbatas jika dibandingkan dengan kondisi pada kuartal pertama yang melemah 1,79%, dan kuartal kedua yang anjlok hingga 4,96%.





























