Logo Bloomberg Technoz

Peserta KB Pria Baru 3,3%, Pemerintah Dorong Suami Ikut Vasektomi

Dinda D
29 September 2026 18:00

ADAM Alat kontrasepsi pria. (Sumber: Contraline.com)
ADAM Alat kontrasepsi pria. (Sumber: Contraline.com)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah mendorong peningkatan partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB), menyusul masih rendahnya jumlah peserta KB pria di Indonesia. Berdasarkan Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025, peserta aktif KB pria baru mencapai sekitar 3,3% dari seluruh peserta KB modern.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanggung jawab dalam perencanaan keluarga masih lebih banyak dibebankan kepada perempuan. Pemerintah pun mendorong agar suami turut mengambil peran dalam menentukan dan mengatur jumlah anak.

"KB pria ini bagian dari negara hadir, pemerintah hadir, jangan sampai perempuan sebagai objek utama untuk mengatur (kelahiran anak), jangan dibebankan hanya kepada perempuan. Kita juga memberikan ruang kepada pria, karena berdasarkan data (Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025) peserta aktif KB pria baru sekitar 3,3 % (dari seluruh peserta KB modern), jadi sekitar 96,7% peserta KB perempuan," jelas Wihaji dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (29/09).


Salah satu metode kontrasepsi yang dapat dipilih pria adalah vasektomi. Metode ini merupakan kontrasepsi permanen dengan cara memutus atau menutup saluran sperma (vas deferens), sehingga sperma tidak dapat keluar bersama air mani saat ejakulasi.

Dokter Spesialis Andrologi dr. Ria Margiana menjelaskan vasektomi dapat dilakukan oleh pria yang sudah yakin tidak ingin menambah anak lagi. Metode tersebut memiliki tingkat efektivitas mencapai 99,95% dalam mencegah kehamilan.