Pertumbuhan Ekonomi Butuh Orkestrasi Antarlembaga
Tim Riset Bloomberg Technoz
06 August 2026 16:08

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, tetapi jadi tiket untuk bisa ‘naik kelas’ menjadi negara berpendapatan tinggi. Tak heran jika pemerintah begitu ambisius mengejar angka-angka, yang di atas kertas, bisa jadi sangat menjanjikan.
Namun, sebagai proses, upaya untuk bisa naik kelas bukan perkara mudah. Banyak hal yang njlimet. Bukan cuma perlu diurai, tapi juga perlu diorkestrasi.
Sebab, pertumbuhan ekonomi adalah rangkaian atas kemampuan negara memproduksi barang dan jasa, ketersediaan tenaga kerja, infrastruktur yang memadai, serta iklim investasi yang mampu mendorong aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.
Kemarin (5/8/2026), Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29% secara tahunan (year-on-year/YoY). Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.552,1 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.576,2 triliun.
Di atas kertas, capaian pertumbuhan PDB ini masih tergolong baik. Namun, angka yang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang mecapai 5,61%, menunjukkan adanya perlambatan momentum. Sementara, pertumbuhan semester I-2026 secara kumulatif mencapai 5,45%.

































