Yield Obligasi RI Tenor 10 Tahun Naik, CDS Melejit
Redaksi
29 September 2026 15:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan eksternal mendorong yield obligasi tenor acuan global kian menanjak. Di pasar obligasi domestik, yield tenor obligasi 10 tahun tercatat naik 8,1 basis poin (bps) ke 7,22%, tertinggi dalam enam pekan terakhir.
Begitu juga dengan yield obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) alias INDON, ikut melonjak 6,7 bps ke 6,2% (tenor 10 tahun), dan 2,7 bps ke 5,65% (tenor 5 tahun). Kenaikan ini lantas mengerek Credit Default Swap (CDS) INDON 5 tahun kian tinggi menjadi 92 pada Selasa (29/9/2026), dari posisi dua pekan lalu yang masih berada di kisaran 82.
Kenaikan CDS sebesar 10 bps dalam waktu relatif singkat itu menunjukkan bahwa biaya proteksi terhadap risiko gagal bayar utang Indonesia di mata pasar ikut meningkat.
Bukan tanpa sebab. Tekanan terhadap aset Indonesia datang melalui beberapa saluran sekaligus. Di antaranya, yield US Treasury yang meninggi menjadi tekanan eksternal, lalu pelemahan rupiah yang semakin menambah risiko nilai tukar, dan kenaikan CDS menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai meminta kompensasi lebih tinggi atas risiko berinvestasi di Indonesia.
Setidaknya ada sejumlah faktor yang berpotensi membuar premi risiko Indonesia terus terkerek.





























