Arus Keluar Modal Asing Kian Deras di Pasar Obligasi
Tim Riset Bloomberg Technoz
29 September 2026 15:29

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan jual yang terjadi di pasar obligasi global berdampak pada pasar obligasi Indonesia. Pergerakan yield obligasi domestik pada perdagangan Selasa (29/9/2026) menunjukkan aksi jual, khususnya di tenor menengah.
Melansir data Bloomberg, yield obligasi tenor 5 tahun dan 15 tahun sama-sama melonjak 7,5 basis poin (bps), sementara yield tenor acuan 10 tahun naik 6,5 bps menjadi 7,2%, dan yield 4 tahun naik 4,2 bps ke 7,05%, sedangkan tenor 9 tahun meningkat 3,5 bps jadi 7,19%. Di tenor pendek kenaikan yield juga terjadi untuk tenor 3 tahun yang terangkat sebesar 2,4 bps.
Sebaliknya, di tenor 1 tahun yield justru tercatat turun 4,5 bps menjadi 6,79%. Tenor 18 tahun dan 20 tahun juga mengalami penurunan masing-masing 0,7 bps dan 2,8 bps. Pergerakan yield tersebut mengindikasikan bahwa investor cenderung agresif menyesuaikan posisi di tenor menengah.
Melansir data yang dihimpun Bloomberg, arus keluar modal asing di pasar obligasi sejak 25 September tercatat US$15,6 juta secara harian, dan US$236,8 secara mingguan.
Aksi jual di pasar obligasi domestik dipicu oleh ekspektasi adanya kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) setidaknya satu kali lagi sebesar 25 bps. Pelaku pasar memperkirakan adanya empat kali kenaikan masing-masing 25 bps sampai pertengahan 2027.





























