Logo Bloomberg Technoz

El Niño—Pemanasan Global Ancam 450.00 Orang Kehilangan Nyawa

Redaksi
29 September 2026 15:40

Petugas memantau monitor citra satelit cuaca el nino di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat (8/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas memantau monitor citra satelit cuaca el nino di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat (8/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hampir setengah juta orang di seluruh dunia terancam kehilangan nyawa mereka pada Februari akibat panas ekstrem yang disebabkan oleh El Niño.

Ditambah dengan pemanasan global yang sudah dialami bumi akibat polusi bahan bakar fosil, dampak panasnya bisa sangat buruk. El Niño bahkan telah meluas ke wilayah yang sangat luas dan sedang menuju rekor suhu yang sangat kuat.

Hal ini terungkap dari analisis oleh Climate Impact Lab, tim ilmuwan, ekonom, dan insinyur data yang berkantor pusat di Universitas Chicago, seperti disitir dari CNN, Selasa (29/9/2026).


Laporan tersebut memperkirakan panas akibat El Niño akan merenggut 451.000 nyawa antara Juni 2026, saat terjadi, dan Februari 2027. Kematian tersebut merupakan tambahan dari jumlah kematian terkait panas yang biasa terjadi.

Para peneliti yakin jumlah ini kemungkinan akan meningkat, yang berarti dampak panasnya akan bertahan hingga bulan-bulan musim panas.