Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Juli 2026 'Cuma' 2,88%, Melandai dari Proyeksi Konsensus

Mis Fransiska Dewi
03 August 2026 11:17

Ilustrasi Inflasi (Diolah)
Ilustrasi Inflasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Juli 2026 tercatat 2,88% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,60 pada Juli 2025 menjadi 111,73 pada Juli 2026.

Angka ini lebih rendah dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Juli 2026 akan mencapai 3,16% (yoy). Angka itu juga lebih rendah ketimbang realisasi inflasi pada Juni yang sebesar 3,34%.

Berdasarkan data BPS, IHK pada Juli mengalami deflasi secara bulanan terhadap Juni 2026, yakni -0,14%. Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 1,65%.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh tiga kelompok, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 2,97% dan memberi andil inflasi 0,87%.

"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin, daging ayam ras, cabai merah, daging sapi, dan sigaret kretek tangan,” kata Ateng dalam konferensi pers, Senin (3/8/2026).