Inflasi Juli Diproyeksi 3,15% YoY, Dipicu El Nino & Harga Minyak
Redaksi
03 August 2026 08:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumsi (IHK) di Indonesia periode Juli pada hari ini, Senin (3/8/2026).
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa memperkirakan IHK akan mengalami laju inflasi yang landai sebesar 3,15% secara tahunan (year-on-year/yoy), dan 0,10% secara bulanan (month-on-month/mom).
"Ini terutama didorong oleh normalisasi harga minyak global serta meredanya inflasi volatile food (harga pangan bergejolak)," ujar Jessica dalam laporan hasil riset, Senin (3/8/2026).
Hal ini terjadi seiring penurunan harga bawang bombay, yakni -17,6% secara bulanan, dan harga cabai merah -6,8% pada puncak musim panen. Kondisi ini sebagian diimbangi oleh kenaikan harga daging ayam sebesar 8,3% dan telur 1,0%, setelah kembali berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara bulanan, inflasi diperkirakan terutama berasal dari kelompok pendidikan akibat penyesuaian uang sekolah pada awal tahun ajaran baru. Risiko kenaikan inflasi juga masih tetap tinggi seiring berlanjutnya El Niño dan harga minyak dunia yang kembali meningkat di atas US$80/barel, yang berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan energi.



























