Logo Bloomberg Technoz

Pakai Visa Palsu, Rusia Rekrut Pekerja Korut untuk Rakit Drone

News
17 September 2026 16:20

Ilustrasi Bendera Korea Utara (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi Bendera Korea Utara (Sumber: Bloomberg)

Soo-Hyang Choi - Bloomberg News

Bloomberg, Rusia semakin banyak mengerahkan pekerja asal Korea Utara (Korut) untuk memproduksi drone militer yang digunakan dalam perang melawan Ukraina, sebagai bentuk pelanggaran terhadap sanksi internasional. Langkah tersebut memberikan Pyongyang sumber pendapatan penting untuk membiayai program persenjataan terlarangnya, menurut laporan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Sebanyak 25.000 warga Korut diyakini bekerja dalam industri drone Rusia, termasuk di fasilitas yang berada di Alabuga, Tatarstan, tempat kendaraan udara nirawak dirakit. Hal tersebut disampaikan Multilateral Sanctions Monitoring Team (MSMT) dalam laporan yang dirilis pada Rabu (16/9).


Laporan tersebut menyebutkan bahwa pekerja Korut di luar negeri diperkirakan menghasilkan pendapatan hingga US$800 juta bagi rezim Kim Jong Un pada tahun lalu. Dana tersebut digunakan untuk mendukung program nuklir dan rudal balistik ilegal Korut, yang melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perkembangan ini menunjukkan bahwa hubungan militer yang semakin erat antara Rusia dan Korut telah meluas, tidak hanya mencakup persenjataan dan pasukan, tetapi juga tenaga kerja serta produksi industri. Rusia memperoleh sumber tenaga kerja baru untuk industri yang mendukung perangnya di Ukraina, sementara rezim Kim mendapatkan akses terhadap mata uang asing yang membantu membiayai program nuklir dan rudal balistiknya. Situasi ini semakin melemahkan kerangka sanksi yang sebelumnya turut ditegakkan oleh Moskow.