Tekanan BBM & Tiket Pesawat Reda, Ekonom Ramal Inflasi Juli Turun
Muhammad Fikri
31 July 2026 19:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Inflasi pada Juli 2026 diperkirakan melandai dibandingkan bulan sebelumnya seiring meredanya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan normalisasi tarif angkutan udara setelah musim libur sekolah berakhir.
Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan inflasi Juli berpeluang lebih rendah dibandingkan Juni.
Sebelumnya, inflasi bulanan pada Juni mencapai 0,44% dengan inflasi tahunan sebesar 3,34%, yang didorong oleh penyesuaian harga BBM dan lonjakan tarif angkutan udara selama periode liburan sekolah.
"Artinya, tekanan inflasi lebih banyak berasal dari faktor musiman dan administered prices, bukan dari penguatan permintaan yang terjadi secara luas," kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Jumat (31/7/2026).
Menurut Yusuf, memasuki Juli sebagian besar faktor tersebut mulai mereda. Penurunan harga sejumlah BBM non-subsidi dan avtur diperkirakan mengurangi tekanan pada kelompok transportasi, sementara berakhirnya musim liburan mendorong tarif angkutan udara kembali normal.

































