Langkah Rupiah Tertahan Sikap Hawkish The Fed
Tim Riset Bloomberg Technoz
17 September 2026 15:53

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Kamis (17/9/2026) dengan pelemahan 0,31% ke Rp17.749/US$, seiring terapresiasinya dolar Amerika Serikat (AS) usai bank sentral Federal Reserve mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4%.
Tekanan juga menerpa sebagian besar mata uang Asia hari ini. Won Korea Selatan melemah paling tajam 0,55%, disusul rupiah, ringgit Malaysia, baht Thailand, dan dolar Hong Kong.
Sebaliknya, sebagian lainnya berhasil menguat. Yen Jepang memimpin di zona hijau, bersama dolar Singapura, yuan offhsore, rupee India dan dolar Taiwan.
Pelemahan rupiah sore ini juga dipicu oleh aksi jual di pasar obligasi untuk sebagian tenor pendek, menengah, dan tenor acuan 10 tahun. Data Bloomberg siang ini menunjukkan yield tenor 1 tahun naik paling tajam 4,8 basis poin (bps) ke 6,81%.
Sementara tenor 7 tahun naik paling tajam 6,4 bps ke 7,15%. Begitu juga dengan tenor 10 tahun naik terbatas 0,1 bps ke 7,16%.































