Logo Bloomberg Technoz

Kelompok pengeluaran lain yang memberi inflasi adalah kelompok pengeluaran transportasi, inflasi 5,12% dengan andil terhadap inflasi 0,62%.

inflasi pada kelompok ini terutama didorong bensin, tarif angkutan udara, mobil, pelumas atau oli mesin, dan sepeda motor.

Ketiga, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 9,04% dan memberi andil 0,61%.

"Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” tutur Ateng.

Sebelumnya, ekonom memperkirakan laju inflasi Indonesia pada Juli melambat secara tahunan. Namun ke depan, laju inflasi bisa saja kembali terakselerasi. Konsensus yang dihimpun Bloomberg hingga Jumat (31/7/2026) pagi menghasilkan median proyeksi inflasi tahunan pada Juli sebesar 3,16% yoy. Jika terjadi, maka lebih rendah ketimbang Juni yang sebesar 3,34% yoy.

Proyeksi inflasi inti untuk Juli ada di 2,79% yoy. Tidak seperti inflasi umum, inflasi inti semula diproyeksi sedikit terakselerasi dibandingkan Juni, yakni 2,76% yoy. Namun secara umum masih stabil, tidak ada perubahan signifikan.

Tamara Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, menilai laju inflasi Indonesia pada Juli memang rasanya akan tertahan. Inflasi diperkirakan stabil, tidak ada lonjakan.

“Ada base effect dari harga pangan, yang kemudian meredakan tekanan harga energi,” sebut Henderson dalam risetnya.

Akan tetapi, Henderson berpesan bahwa masa tenang ini mungkin tidak akan bertahan lama. Ada risiko tekanan harga akan kembali terjadi pada bulan-bulan mendatang.

(lav)

No more pages