Logo Bloomberg Technoz

Polisi: Sopir yang Dibunuh KKB di Papua Bukan Intelijen

Dovana Hasiana
17 September 2026 16:00

Sejumlah remaja menurut TNI direkrut kelompok separatis teroris (KST) KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. (Dok:Kapendam Cenderawasih)
Sejumlah remaja menurut TNI direkrut kelompok separatis teroris (KST) KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. (Dok:Kapendam Cenderawasih)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 atau Satgas Damai Cartenz membantah klaim Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga soal status seorang sopir berinisial AS (41 tahun) sebagai anggota intelijen yang tengah menyusup ke wilayah Papua. KKB menyebarkan isu tersebut sebagai dalil keputusan mereka menembak mati sopir yang membawa bahan kebutuhan pokok pada rute Wamena–Mbua, Selasa lalu (15/09/2026).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Komisaris Besar Yusuf Sutejo mengatakan, sopir yang ditembak pada Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan tersebut telah bekerja sebagai pengantar bahan kebutuhan masyarakat selama 13 tahun. Dia memastikan AS sama sekali bukan anggota intelijen.

“Berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” ujar Yusuf dalam siaran pers, dikutip Kamis (17/09/2026). 


Menurut dia, AS tercatat membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan orang penumpang untuk menempuh perjalanan dari Ilekma menuju Mbua. Sekitar pukul 08.30 WIT, rombongan diduga mengalami penghadangan oleh kelompok bersenjata di kawasan Habema. KKB Kodap III Ndugama kemudian memberikan ancaman, menembak dan membakar jenazah AS.

Pada saat tiba di lokasi, polisi kemudian menemukan kendaraan AS sudah berada di bibir jurang pada kedalaman 13 meter dalam kondisi terbakar. Pada saat evakuasi, polisi menemukaan jenazah AS juga berada di dalam mobil terbakar tersebut.