Tercatat masih ada penguatan di 321 saham, dan sebanyak–banyaknya 299 saham terjadi pelemahan. Sisanya 176 saham stagnan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar, atau saham big caps jadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan hari ini. Saham–saham perindustrian, saham konsumen non primer, dan saham keuangan mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah mencapai 1,32%, 1,15% dan 0,88%.
Melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari kejatuhan sejumlah saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang amblas 3,46% dan saham PT Astra International Tbk (ASII) yang juga terpeleset 2,91%. Hingga dengan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 2,19%.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (23/7/2026).
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 19,96 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 6,14 poin
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 4,63 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 4,4 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 3,28 poin
- PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) mengurangi 3,08 poin
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengurangi 2,78 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 2,72 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengurangi 2,58 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 2,33 poin
Konflik Timur Tengah Kerek Harga Minyak
Ketidakpastian atas konflik Timur Tengah terus berlanjut imbas militer Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan malam ke-11 berturut-turut terhadap Iran, mengutip Phillip Sekuritas Indonesia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN bahwa kendali Iran atas Selat Hormuz akan menciptakan preseden berbahaya dengan dampak yang meluas di luar Timur Tengah.
Sentimen pasar tambah terguncang setelah Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Libanon Joseph Aoun di Gedung Putih, di mana Trump berjanji untuk mendukung Libanon dalam melucuti senjata kelompok Hizbullah yang didukung Iran dan menjalin perdamaian abadi dengan Israel.
Dampak langsungnya terasa di pasar komoditas, harga West Texas Intermediate melesat hingga 9,65% menembus US$90,4 per barel. Brent juga melejit mencapai double digit 10,6% di atas US$98,59 pada perdagangan di pasar global, berdasarkan data Bloomberg dilihat per Kamis (23/7/2026).
Harga minyak melejit setelah militan Houthi yang didukung Iran mengatakan menargetkan dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah, meningkatkan konflik Timur Tengah dan mengancam gangguan pasokan yang lebih dalam.
“Kenaikan harga minyak mentah menghidupkan kembali kekhawatiran mengenai inflasi, mendorong imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS berjangka pendek ke level tertinggi dalam 17 bulan karena para pelaku pasar berspekulasi Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diperkirakan,” papar Phillip Sekuritas Indonesia dalam catatan terbarunya siang ini.
(fad)






























