Logo Bloomberg Technoz

RI Belum Sepenuhnya Swasembada: Gula Masih Impor

Pramesti Regita Cindy
23 July 2026 08:10

Gula kristal putih./Bloomberg-Prakash Singh
Gula kristal putih./Bloomberg-Prakash Singh

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Gula Indonesia (AGI) menilai Indonesia belum sepenuhnya mencapai swasembada gula meski Presiden Prabowo Subianto meski gula masuk sebagai salah satu dari delapan komoditas pangan yang telah swasembada. 

Sekretaris Eksekutif AGI, Dwi Purnomo Putranto menjelaskan kondisi tersebut baru berlaku untuk gula konsumsi, sedangkan kebutuhan gula industri hingga kini masih bergantung pada impor.

"Secara nasional, gula konsumsi, itu yang dipakai langsung dikonsumsi atau gula rumah tangga, itu disuplai dari gula yang dibuat dari tebu. Namanya gula kristal putih atau GKP. Coba, kalau gula industri, itu disuplai dari gula rafinasi, yang bahan bakunya dari gula mentah atau raw sugar. Raw sugar ini 100% masih impor sampai sekarang," kata Dwi ketika dihubungi Bloomberg Technoz, dikutip Kamis (23/7/2026). 


Dia mengatakan produksi gula konsumsi nasional kini semakin mendekati kebutuhan domestik. Produksi yang sebelumnya berada di kisaran 2,2 juta hingga 2,4 juta ton kini telah meningkat menjadi sekitar 2,7 juta ton dan bahkan diproyeksi mencapai 3 juta ton pada akhir tahun ini.

Di sisi lain, konsumsi gula rumah tangga diklaimnya justru menunjukkan tren menurun. Jika sebelumnya sempat berada di kisaran 3,2 juta hingga 3,4 juta ton, saat ini kebutuhan gula konsumsi diperkirakan sekitar 2,85 juta ton per tahun.