Logo Bloomberg Technoz

Dana Bioetanol, Pakar Usul Pungut Tarif dari Impor Bensin & Gula

Sabrina Mulia Rhamadanty
01 August 2026 20:30

Pertani sedang membawa tebu ke pabrik gula. (Mercury Bloomberg)
Pertani sedang membawa tebu ke pabrik gula. (Mercury Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) Tungkot Sipayung menyarankan pemerintah untuk mencari opsi sumber pembiayaan baru guna menopang program mandatori bioetanol.

Menurutnya, pemerintah dapat memberlakukan kebijakan pungutan impor (import levy) untuk bensin fosil dan gula.

"Memberlakukan import levy untuk impor bensin fosil sangat logis untuk dilakukan. Kombinasi sumber pembiayaan dari levy bensin fosil impor dan levy impor gula diperkirakan mampu membiayai mandatori bioetanol bergerak dari E10 ke E20," ujar Tungkot kepada Bloomberg Technoz, dikutip Sabtu (1/8/2026).


Menurutnya, pengenaan pungutan impor pada bensin fosil menjadi langkah yang rasional. Hal ini sejalan dengan ide dasar mandatori bioetanol, yaitu mengurangi ketergantungan pada bensin fosil impor melalui substitusi bioetanol domestik.

Kilang bioetanol di Iowa, AS./Bloomberg-Daniel Acker

Selain bensin, Paspi mengusulkan pengenaan pungutan impor pada komoditas gula. Saat ini, dalam catatan Paspi volume impor gula Indonesia mencapai sekitar 4 juta ton per tahun dan terus meningkat.